Next Post
President-ferari-ahmad-syafii-nasution_compress15

IKN Nusantara Menjadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Baru Bagi Masyarakat Kaltim

IMG-20220731-WA0000_compress47

BALIKPAPAN | Dalam rangka mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Balikpapan (UNIBA) menggelar Dialog publik yang berlangsung di Confrence Room Universitas Balikpapan, pada Kamis (28/7/2022).

Dalam dialog tersebut, dihadiri Ketua Kadin Kota Balikpapan Yaser Arafat, kemudian Ketua HIPMI Balikpapan Iwan Wahyudi, dan Ketua LBH Uniba Wawan Sanjaya, diikuti oleh Wakil Rektor Universitas Balikpapan Bidang Admisi Humas Kemahasiswaan dan para alumni termasuk Ir.Rahmat Rusli, S.T.,M.T serta Agung Syahrir, Presiden BEM Universitas Balikpapan.

Mengangkat Tema “Penguatan Hukum IKN Nusantara Sebagai Magnet Pertumbuhan Ekonomi Baru” Yaser Arafat, menanggapi bahwa kehadiran IKN Nusantara di Kalimantan timur merupakan berkah bagi masyarakat di daerah PPU Paser Utara dan sekitarnya, termasuk Kota Balikpapan.

“Sebagai warga lokal tentu kita berharap agar dapat berperan banyak dalam proses pembanguan IKN Nusantara ini,” ujarnya saat di konfirmasi awak media ( 28/7) siang.

Dalam Sambutannya Yaser menerangkan, IKN Nusantara merupakan epicentrum baru untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, adanya momentun tersebut menyebabkan semua kegiatan akan berpusat di IKN Nusantara.

Oleh karena itu, ia berharap agar seluruh masyarakat Kaltim mampu memiliki peran aktif dalam kegiatan yang berhubungan di IKN Nusantara, termasuk Kota Balikpapan yang menjadi central dari IKN Nusantara.

Pengusaha muda ini juga menginginkan agar warga Balikpapan lebih peka terhadap adanya momentum IKN tersebut.

“Jangan sampai tidak responsif atau tidak peduli dengan adanya pembangunan IKN, Kalau kita hanya membahas mengenai menolak atau menerima IKN itu bertentangan dengan Undang-undang (UU) Nomor 3 tahun 2022 yang menetapkan IKN Nusantara di Kalimantan Timur,” tegasnya.

Sambung Yaser “Saya harap fokusnya kita sekarang adalah bagaimana mampu berperan dalam pembangunan IKN, terkhususnya mahasiswa yang ada di Balikpapan,” terangnya.

Ditegaskan kembali oleh Yaser bahwa adanya 3 konsep yang sering digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diantaranya integritas, mentalitas dan relasi.

“Alhamdulillah semua usaha saya sebagai pengusaha berjalan lancar, karena 3 konsep tersebut,” ucap Yaser.

Sementara itu, Selaku ketua HIPMI Balikpapan, Iwan Wahyudi mengatakan dalam menyambut kehadiran IKN Nusantara masyarakat perlu melakukan akselerasi dunia teknologi.

Dicetuskan Iwan, bahwa sekarang makin cepatnya akselerasi teknologi sangat berpengaruh dalam pembangunan IKN Nusantara.

“Kita jangan sampai tertinggal dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Apalagi di era globalisasi sekarang sudah sangat jelas makin hari teknologi makin berkembang dan semakin bertambah,” jelasnya.

Iwan menyatakan, masyarakat harus memiliki daya saing yang tinggi agar berkembang dalam pembangunan tersebut.

“Mulai sekarang kita harus bisa mempersiapkan daya saing dengan adanya IKN Nusantara. Siapa yang memiliki daya saing yang kuat dia yang akan memenangkannya,” Sahutnya.

Dirinyapun menjelaskan mengenai era VUCA, yakni dari volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Istilah VUCA di era industri 4.0 tetap berlaku pada era society 5.0.

“Kita dihadapkan pada kondisi dimana terjadi perubahan skala besar (volatility), kesulitan melakukan prediksi secara akurat (uncertainty), kerumitan tantangan akibat berbagai faktor yang saling terkait (complexity), dan ketidak jelasan suatu kejadian dengan mata rantai akibatnya (ambiguity) atau yang disebut sebagai kriteria VUCA. Situasi lingkungan yang hadir serba tidak pasti, fluktuatif, kompleks, sulit diprediksi dan kebenaran realitas bersifat subjektif,” tuturnya.

Kemudian, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Uniba, Wawan Sanjaya yang turut menjadi narasumber pada dialog publik menambahkan, pembangunan IKN Nusantara harus melibatkan tenaga kerja local.

Pasalnya, bagi masyarakat IKN ini merupakan peluang besar yang harus diraih.

“Jangan sampai terlewatkan dan orang luar nantinya akan mendominasi,” katanya.

Disamping itu bagi wawan, masyarakat lokal harus responsif menanggapi proses pembangunan IKN, dan memahami segala kebutuhan yang berkaitan dengan hal tersebut.

“Sehingga kita dapat terlibat secara langsung dan juga harus tahu peluang apa yang bisa kita manfaat di IKN Nusantara ini,” pungkasnya. (BA/Hrmn)

Tags :

kontras86

Adi Merdeka

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Newsletter

Silakan isi email dibawah ini

Iklan Samping

c1_IMG-20220813-WA0021_ 18297213ae7_7
c1_HUT-RI-77_ 182952feeec_0.png
IMG-20220707-WA0008_compress95
SR LUMIERE LAW FIRM 20220628_204004
CBI_compress46
IMG-20220401-WA0049_compress17
IMG_20211227_161234_compress29
IMG-20211230-WA0014_compress55
IMG-20211218-WA0041_compress97
logo-pwi-antara
IMG_20201011_210144-720x375_compress67

Recent News