Next Post
IMG_20210415_170635
1614849933711

Pabrik Penggilingan Padi di Lubuk Seberuk OKI Sangat Diharapkan Kontribusinya Dalam Ketersediaan Pangan Bagi Warga Disekitar

IMG-20210612-WA0016_compress75

OKI | Penggilingan gabah menjadi beras merupakan salah satu rangkaian utama penanganan pascapanen. Penggilingan padi merupakan pusat pertemuan antara produksi, pascapanen, pengolahan dan pemasaran gabah/beras, sehingga merupakan mata rantai penting dalam suplai beras untuk dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan beras, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Begitu pula dengan keberadaan Pabrik penggilingan padi CV. EMPAT SAUDARA LEMPUING JAYA, diharapkan sangat bermanfaat bagi ketersediaan pangan khususnya beras bagi masyarakat disekitar pabrik. Usaha Pabrik penggilingan padi ini secara resmi berdiri sejak April 2021 dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 1286000471456 yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal Kayu Agung, di Jl. Lintas Timur, Dusun V, Desa Lubuk Seberuk Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.
Hasil penelitian yang pernah dilakukan didesa Bangun Sari Bekri Lampung, bahwa limbah pabrik penggilingan padi dapat dimanfaatkan dalam bidang industri yang dapat mendukung kesejahtaraan masyarakat dan lingkungan sekitar seperti penyuburan tanah dan tanaman, bahan pembuatan karton kardus, media pertumbuhan jamur, bahan bakar pembuatan bata dan genteng, dan lain-lain. 

Pengamatan tim media Kontras86.com dilapangan awal Juni 2021, nampaknya masyarakat di Dusun Lubuk Seberuk belum memanfaatkan limbah padi dengan maksimal. Penggunaan Limbah padi hanya terbatas pada kemampuan seadanya, seperti untuk alas hewan dan pakan ternak. Akibatnya Warga yang berada disekitar pabrik hanya memikirkan masalah pencemaran yang ditimbulkan dari aktifitas kegiatan pabrik padi tersebut. Mata perih, baju kotor, ada warga sesak nafas misalnya, bisa saja mereka mendugahal ini diakibat pengaruh debu dari gabah hasil aktifitas kegiatan pabrik padi. Memang benar pada saat cuaca panas dan angin kencang, debu gabah ini bisa berterbangan dan berpengaruh lebih luas lagi. Bahkan Baju dan perabot rumah tangga kotor saja yang disalahkan bias diakibat oleh kotoran debu padi.

“Warga kami yang ada di sekitar pabrik dapat tersiksa sesak nafasnya jika menghirup debu abu padi,” ungkap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Agar permasalahan dikemudian hari yang mungkin bisa terjadi dan tidak diharapkan, pihak perusahaan akan tetap komitmen menyatakan Kesanggupan didalam Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) sesuai Surat Rekomendasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) No.660/149/KEP.SPPL/DLH/2021 tertanggal 28 Mei 2021. Bahkan pihak Pabrik berusaha jalankan hasil musyawarah dengan Sdr. Manan (wakil Warga) yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 April 2021 Lalu.

Selain dari pada itu Pihak pabrik akan membuat pagar keliling tempat jemur padi, dan jalan yang rusak akan diperbaiki. Dan yang lebih penting lagi jam kerja pabrik akan dibatasi sampai pkl 21.00 malam, kecuali kegiatan pengepakan dan penggorengan padi. Bangunan tertutup untuk menampung Limbah padi juga akan segera dibuatkan Bangunan gedung tertutup. “Yang terpenting Jalinan silahturahmi yang harmonis akan saya lakukan dengan warga disekitar lingkungan pabrik padi” ungkap Ponadi. (Marcel)

kontras86

Adi Merdeka

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Silakan isi email dibawah ini

Iklan Samping

IMG-20210803-WA0034_compress76
IMG-20210815-WA0011_compress30
IMG-20210816-WA0011_compress36
IMG_20210817_111846_compress54
IMG-20210805-WA0008_compress72
IMG-20210722-WA0028_compress36
IMG-20210722-WA0003_compress96
IMG_20210721_172013_compress9
IMG-20210720-WA0022_compress52
IMG_20210721_172035_compress46
IMG-20210721-WA0018_compress54
IMG-20210720-WA0042_compress3
IMG-20210720-WA0001_compress58
IMG-20210721-WA0003_compress49
logo-pwi-antara
IMG_20201011_210144-720x375_compress67
images-1

Recent News