Next Post
IMG_20210415_170635
BUPATI-LAMPUNG-TENGAH-1

Diduga Melanggar Maklumat Polri, LAAGI Laporkan Wako Palembang ke APH

IMG-20200527-WA0005

Kontras86.com | Palembang – Menyikapi pemberitaan yang sedang beredar di media sosial terkait open house atau halal bi halal idul Fitri 1441 H, di selenggarakan Walikota Palembang H Harnojoyo, di kediaman pribadinya Jalan Prawira Alamsyah Musi 2, Minggu (24/5/2020) kemarin, Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI) angkat bicara dan melaporkan kejadian ke Polrestabes Palembang karena dianggap telah melanggar Maklumat Polri.

Dikatakan Ketua LAAGI, Sukma Hidayat, mereka melaporkan kejadian tersebut melalui petisi aktivis yang dilayangkan karena melanggar Maklumat Polri dengan Nomor : Mak/2/III/2020, tanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Sukma Hidayat yang juga didampingi tim advokasinya Jufernando Simanjuntak, M Ibrahim Adha dan Desmon Simanjuntak mengatakan, isi petisi LAAGI meminta dengan hormat kepada pemerintah pusat dan Polisi Republik Indonesia (Polri) untuk bertindak tegas terhadap Harnojoyo selaku Walikota Palembang karena melanggar titah Kapolri.

“Tadi bersama rekan aktivis hadir di Polrestabes Palembang untuk menyerahkan petisi aktivis dan diterima bagian umum, lalu melapor di SPKT Polrestabes, diarahkan bagian Pidsus terkait melanggar maklumat Polri,” kata Sukma.

Kemudian, lanjutnya, dari pidana khusus (Pidsus) di pelajari karena telah melanggar KUHP pasal 212, 216, dan 218, terkait unsur dari Maklumat Polri yang di bilang kurang tepat. Sementara statement Kapolri melalui Kabid Humas Irjen Iqbal tanggal 24 Maret 2020 lalu telah jelas dan tegas bahwa setiap pelanggar Maklumat Polri dikenakan sanksi.

“Disinilah kita mempertanyakan, mestinya dari Polrestabes harus tegas terhadap Maklumat Kapolri. Kita tidak berhenti di Polrestabes saja, tapi akan menyerahkan petisi aktivis di Polda Sumsel, Mabes Polri, Mendagri, Ombudsman Pusat, bahkan Presiden termasuk DPRD kota Palembang,” tegas dia.

“Kita akan kejar dan terus mengawal dugaan pelanggaran Maklumat itu, jangan sampai hukum hanya berlaku kepada masyarakat kecil saja, tapi hukum bersifat universal, berlaku bagi siapapun. Kami berharap dan menunggu Kapolrestabes mengambil tindakan tegas dengan berdasarkan Maklumat Polri tersebut,” tandasnya.

Dilansir dari sejumlah media online, saat dikonfirmasi kegiatan tersebut, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Adrianus Amri saat dimintai konfirmasi mengaku, tidak ada kegiatan open house di kediaman dinas Walikota maupun kediaman pribadi Walikota. “Usai sholat Ied keluarga memang ada tamu datang dan rata-rata keluarga yang datang. Tidak ada agenda open house untuk masyarakat umum,” ungkapnya.

Amri menjelaskan, Walikota sempat mengikuti agenda zoom meeting dengan Gubernur terkait halal bi halal, kebetulan Walikota lagi ada di kediaman pribadinya di Musi 2 Palembang.

Diakuinya, memang ada beberapa pejabat yang mendampingi Walikota zoom meeting dengan gubernur. “Ada beberapa pejabat yang mendampingi, tapi tidak banyak. Selama kegiatan sudah disiapkan tempat cuci tangan,” tutupnya. (Muslim/EGMayor/Tim)

kontras86

Adi Merdeka

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Silakan isi email dibawah ini

Iklan Samping

IMG-20211111-WA0032
IMG-20211111-WA0031
IMG-20210803-WA0034_compress76
IMG-20210815-WA0011_compress30
IMG-20210816-WA0011_compress36
IMG_20210817_111846_compress54
IMG-20210805-WA0008_compress72
IMG-20210722-WA0028_compress36
IMG-20210722-WA0003_compress96
IMG_20210721_172013_compress9
IMG-20210720-WA0022_compress52
IMG_20210721_172035_compress46
IMG-20210721-WA0018_compress54
IMG-20210720-WA0042_compress3
IMG-20210720-WA0001_compress58
IMG-20210721-WA0003_compress49
logo-pwi-antara
IMG_20201011_210144-720x375_compress67
images-1

Recent News