Next Post
IMG_20210415_170635
1614849933711

Krimsus Polda Lampung Mulai Penyidikan Kasus Limbah PT BSSW Penumangan Tubaba

IMG-20210906-WA0044_compress86

Tulang Bawang Barat | Bermula dari pengaduan masyarakat kepada Badan Advokasi dan Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Kabupaten Tulang Bawang Barat (BAIN HAM RI Tubaba) terkait adanya pencemaran lingkungan oleh Limbah Industri yang menyebabkan kerugian warga.

Yang kemudian dilaporkan ke Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung pada pekan lalu, hari ini Senin (6/9/2021) Tim Unit II Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Dit Krimsus Polda Lampung yang dipimpin oleh Iptu Saragih mulai melakukan penyidikan.

Kedatangan Tim Unit II Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Dit Krimsus Polda Lampung bersamaan dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung yang membawa perangkat Uji Laboratorium untuk menguji secara langsung di lokasi limbah cair yang mengalir ke Sungai Tulang Bawang melalui Muara Milik Warga.

Terpantau, Tim dari Polda Lampung bersama DLH Provinsi Lampung langsung menuju ke aliran Limbah Cair diduga dari PT Budi Starch dan Sweteneer (BSSW) milik Bumi Waras (BW) Grup di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah.

“Intinya kami dari Unit II Subdit IV Tipidter Dit Krimsus Polda Lampung dan DLH Provinsi Lampung sudah menindak lanjuti laporan warga dengan limbah yang dihasilkan oleh perusahaan di buang ke lingkungan, berkaitan dengan masalah limbah itu melampaui baku mutu atau tidak itu bukan kita nanti ada ahlinya di lab nanti ada kesimpulan nya,” ujar Iptu Saragih seusai kroscek.

Ia mengatakan jika hasil limbah cair yang dihasilkan PT BSSW Penumangan terindikasi mencemari perairan maka Polda Lampung akan mengambil tindakan tegas terhadap PT BSSW Penumangan.

“Kami lagi mengumpulkan bukti-bukti sama menunggu hasil dari Dinas Lingkungan Hidup provinsi Lampung yang berkaitan dengan limbah perusahaan yang dibuang ke lingkungan, kalau limbah itu melampaui baku mutu dan terindikasi akan kita lanjutkan ke tahapan berikutnya,” ujar Iptu Saragih.

Berkaitan dengan laporan limbah lain yaitu di Tiyuh Indraloka Jaya dan Indraloka I Kecamatan Way Kenanga, Iptu Saragih menegaskan akan tetap turun ke lapangan untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan.” Lapak Darmadi dan yang lainnya akan kita jadwalkan lagi, berhubungan waktu kita sudah habis di titik lokus yang satu ini,” pungkasnya.

Sementara, Zulkarnaen, SH Ketua DPD BAIN HAM RI Tubaba didampingi Rico Rivaldi, SH, Departemen Advokasi dan Investigasi mengungkapkan akan terus mengkawal persoalan tersebut mengingat pihaknya berkomitmen untuk kelestarian lingkungan.

“Kita tidak menyinggung stakeholder terkait di Kabupaten Tubaba. Intinya, persoalan ini telah merugikan masyarakat terlebih kita harus pikirkan masa depan untuk kelestarian lingkungan hidup,” tegasnya.

Sumber: kupastuntas.co

kontras86

Adi Merdeka

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Silakan isi email dibawah ini

Iklan Samping

IMG-20210803-WA0034_compress76
IMG-20210815-WA0011_compress30
IMG-20210816-WA0011_compress36
IMG_20210817_111846_compress54
IMG-20210805-WA0008_compress72
IMG-20210722-WA0028_compress36
IMG-20210722-WA0003_compress96
IMG_20210721_172013_compress9
IMG-20210720-WA0022_compress52
IMG_20210721_172035_compress46
IMG-20210721-WA0018_compress54
IMG-20210720-WA0042_compress3
IMG-20210720-WA0001_compress58
IMG-20210721-WA0003_compress49
logo-pwi-antara
IMG_20201011_210144-720x375_compress67
images-1

Recent News