Next Post
President-ferari-ahmad-syafii-nasution_compress15
smsi.jpeg

Nofaredi Bantah Kalau Pasien Roaini Tidak Ada Perhatian dari Pemkab Banyuasin

IMG-20210919-WA0049_compress40

Banyuasin | Roaini, janda beranak dua warga Jalan Talang Jaya Raya I (sesuai KTP), warga Kab Banyuasin sudah menderita sakit lumpuh, diabetes serta disinyalir ada komplikasi penyakit lain. Hampir 1 tahun terbaring di kediaman orangtuanya.

Kondisi ekonomi yang memprihatinkan dirinya dan orangtua membuat Roaini hanya pasrah menahan sakit selama lebih kurang satu tahun ini karena tak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit.

“Selama ini belum tersentuh bantuan dari baik dari Pusat, Provinsi khususnya Kab Banyuasin,” ujar salah seorang kerabatnya, Ismail Hamid yang mengirimkan foto dan biodata Roaini, Sabtu malam (18/09/2021).

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kab. Banyuasin, Nofaredi S.Sos membantah kalau Pemkab Banyuasin tidak pernah memberikan bantuan kepada pasien tersebut.

“Itu tidak benar kalau atas nama ibu Roaini tidak pernah mendapatkan perhatian dan bantuan kesehatan dari Pemkab Banyuasin,” tegas Nofaredi ketika dikonfirmasikan melalui pesan WhatsApp, Minggu (19/09/202).

Roaini, 48 tahun, pada tahun 2019 berobat rutin di PKM Talang Jaya Betung untuk diperiksa mata dengan diagnosa katarak dan dirujuk ke RSUD Banyuasin. Namun setelah dicek glukosa darah 350 mg/dl, TD : 130/90 mmHg di rujuk ke RS Mata Palembang.

Kemudian lanjut Kadis, bulan Januari 2020 Roaini dilakukan operasi mata dan diopname di RS selama 2 hari. Setelah operasi mata ternyata si pasien ada luka dikaki namun pemeriksaan dilakukan dirumah karena tidak bisa berjalan.

Selanjutnya tanggal 3 Maret 2020 pasien dirujuk lagi ke RSUD Banyuasin, keadaan pasien lemah glukosa darah 80 mg.dl, TD : 130/90 mmHg dan langsung opname. Setelah seminggu pasien membaik, KU pasien gula darah 150 mg/dl, pasien pulang kerumah setelah itu perawatan luka dirumah kurang lebih 1 tahun dan luka membaik, jelas Nofa.

Tahun 2021 keadaan keadaan pasien lemah kembali, setengah badan sebelah kiri tidak bisa digerakkan, D : 130/90 mmHg, glukosa darah 150 mg/dl dan disarankan pasien dirujuk ke RSUD Banyuasin tetapi pasien menolak dan berobat kampung diurut saja, karena tidak ada biaya untuk keluarga pasien yang jaga.

“Pemeriksaan terakhir TD : 150/90 mmHg, kadar glukosa darah 154mg/dl,” jelasnya.

Kemudian berdasarkan info dari Sekdes setempat, Roaini ini memang janda, punya 2 anak Laki2 (satu sudah menikah dan satu lagi 17 tahun). Tinggal di tempat ibunya (ibunya mendapatkan BLT-DD) ybs (Roaini) mendapatkan BST dan pernah mengajukan kursi roda.

“Jadi tidak benar kalau Pemkab Banyuasin tidak ada perhatian kepada pasien tersebut,” tegas Nofaredi Plt Kadiskominfo Banyuasin.

Data Pasien ..
Nama : Roaini
TTL : Tebing Bulang , 20-05-1973.
Alamat : Dusun II RT. 007 RW. 002 Taja Raya I
No. KTP : 1607056005730004
No. BPJS : 0000315853132.

Sumber: SMSI Banyuasin

kontras86

Adi Merdeka

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Silakan isi email dibawah ini

Iklan Samping

IMG-20221222-WA0043_lAeHGDFM8s
IMG-20221224-WA0013_i51d990U7z
UCAPAN NATAL PAK DED_mGKSpieX7N
IMG-20221226-WA0014_wDt1eR9j6Z
IMG-20221229-WA0031_K3bU92d01i
SR LUMIERE LAW FIRM 20220628_204004
CBI_compress46
IMG-20220401-WA0049_compress17
IMG_20211227_161234_compress29
IMG-20211230-WA0014_compress55
IMG-20211218-WA0041_compress97
logo-pwi-antara
IMG_20201011_210144-720x375_compress67

Recent News